Guru
Pembelajar Abad 21
Guru
Pembelajar Abad 21 adalah guru yang melek teknologi , yang dapat mengakses
internet dan mengoperasikan komputer untuk meningkatkan kompetensi diri agar
menjadi guru yang berkualitas, guru pembelajar diadakan yang bertujuan untuk meningkatkan
kompetensi guru, namun demikian ada perubahan paradigma dalam memahami prgoram
ini yakni guru dipandang dan didorong untuk berperan lebih aktif dalam upaya
peningkatan kompetensinya.
Dalam
metode pembelajaran abad 21, setiap guru dituntut menguasai informasi dan
internet untuk mengembangkan metode mengajar. Untuk itu guru akan dilatih
bagaimana mencari informasi pembelajaran lewat internet
Tiga Model
Pelaksanaan program Guru
Pembelajar sendiri akan dilakukan dengan tiga model yaitu tatap muka, jejaring
penuh dan model kombinasi antara keduanya.Kemdikbud memiliki Pusat Pengembangan
dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPTK) di 14 provinsi yang
akan dipergunakan bagi narasumber nasional untuk menggelar pelatihan Program
Guru Pembelajar ini.
Bagi guru yang berada di daerah
minim fasilitas internet, pelatihan akan dilakukan dengan metode kombinasi,
yaitu tatap muka dan internet.Guru Pembelajar ini tidak bersifat satu arah,
melainkan forum berbagi pengalaman bagi para guru dalam pembelajaran
sehari-hari. Karena meski guru memiliki nilai di bawah 80, bukan berarti tidak
punya pengalaman mengajar menarik yang bisa dibagi dengan guru lain.
Dirjen Guru dan Tenaga
Kependidikan, Sumarna Surapranata menambahkan, guru yang menjadi narasumber
nasional adalah mereka yang memiliki nilai Uji Kompetensi Guru (UKG) di atas
80. Untuk bisa melaksanakan program itu, saat ini kita tumbuhkan kelompok
kerja. Yang jelas, motivasi belajar bukan dari pemerintah maupun pemerintah
daerah, tapi dari guru itu sendiri. Pemerintah hanya sebagai regulator dan guru
sebagai ujung tombaknya
Dulu
profesi guru masih dipandang sebelah mata dan menjadi pilihan terakhir.
Sehingga sebagian dari mereka tidak punya ruh, tidak punya jiwa dan kurang
punya semangat dalam menjalaninya. Berbeda dengan sekarang, karena sekarang
profesi guru di pandang dapat mensejahterakan, maka dari itu banya orang yang
berminat menjadi guru
TANTANGAN
GURU ABAD 21
Guru
pada abad 21ditantang untuk melek terhadap perkembangan informasi dan
komunikasi. Pembelajaran di kelas harus di sesuaikan dengan teknologi yang
sekarang
Menurut
Susanto (2010), terdapat 7 tantangan guru di abad 21, yaitu :
- Teaching in multicultural society, mengajar di masyarakat yang memiliki beragam budaya dengan kompetensi multi bahasa.
- Teaching for the construction of meaning, mengajar untuk mengkonstruksi makna (konsep).
- Teaching for active learning, mengajar untuk pembelajaran aktif.
- Teaching and technology, mengajar dan teknologi.
- Teaching with new view about abilities, mengajar dengan pandangan baru mengenai kemampuan.
- Teaching and choice, mengajar dan pilihan.
- Teaching and accountability, mengajar dan akuntabilitas.
Lebih
lanjut, Yahya (2010) menambahkan tantangan guru di Abad 21 yaitu:
- Pendidikan yang berfokus pada character building
- Pendidikan yang peduli perubahan iklim
- Enterprenual mindset
- Membangun learning community
- Kekuatan bersaing bukan lagi kepandaian tetapi kreativitas dan kecerdasan bertindak (hard skills- soft skills).
Guru yang profesional yang memiliki kualifikasi akademik dan
memiliki kompetensi-kompetensi antara lain kompetensi profesional, kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, dan kompetensi sosial yang kualifaid.
a.
Kompetensi profesional
Kompetensi
profesioanal sekurang-kurangnya meliputi :
- Menguasai subtansi bidang studi dan metodologi keilmuannya
- Menguasai struktur dan materi kurikulum bidang studi
- Menguasai dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dalam pembelajaran
- Mengorganisasikan materi kurikulum bidang studi
- Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas
b.
Kompetensi pedagogik
Kompetensi
pedagogik sekurang-kurangnya meliputi:
- Memahami karakteristik peserta didik dari aspek fisik, sosial, kultural, emosional, dan intelektual
- Memahami latar belakang keluarga dan masyarakat peserta didik dan kebutuhan belajar dalam konteks kebhinekaan budaya
- Memahami gaya belajar dan kesulitan belajar peserta didik
- Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik
- Menguasai teori dan prinsip belajar serta pembelajaranYang mendidik
- Mengembangkan kurikulum yang mendorong keterlibatan peserta didik dalam pembelajaran
- Merancang pembelajaran yang mendidik
- Melaksanakan pembelajaran yang mendidik
- Mengevaluasi proses dan hasil pembelajaran
c.
Kompetensi kepribadian
Kompetensi
kepribadian sekurang-kurangnya meliputi:
- Menampilkan diri sebagai pribadi yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa
- Menampilkan diri sebagai pribadi yang berakhlak mulia dan sebagai teladan bagi peserta didik dan masyarakat
- Memiliki sikap, perilaku, etika, tata cara berpakaian, dan bertutur bahasa yang baik
- Mengevaluasi kinerja sendiri
- Mengembangkan diri secara berkelanjutan
d.
Kompetensi sosial
Kompetensi
sosial sekurang-kurangnya meliputi:
- Berkomunikasi secara efektif dan empatik dengan peserta didik, orang tua peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan dan masyarakat
- Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di sekolah dan masyarakat
- Berkontribusi terhadap pengembangan pendidikan di tingkat lokal, regional, nasional dan global
- Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (ICT) untuk berkomunikasi dan mengembangkan diri
- Memiliki sikap, perilaku, etika, tata cara berpakaian dan bertutur bahasa yang baik
Guru
yang profesional selain memiliki empat kompetensi tersebut di atas, menurut Prof.Dr.Haris
Supratno memiliki ciri-ciri profesional sebagai berikut.
- Memiliki wawasan global holistik
- Memiliki daya ramal ke depan
- Memiliki kecerdasan, kreatifitas dan Inovasi
- Memiliki kemampuan bermasyarakat
- Menguasai IPTEK
- Memiliki jiwa dan wawasan kewirausahaan
- Memiliki akhlakul karimah
- Memiliki keteladanan
- Bekerja secara efisien dan efektif
- Menguasai bahasa asing
D.
CIRI-CIRI GURU ABAD 21
Menghadapi
tantangan abad 21, diperlukan guru yang benar-benar profesional. Tilaar (1998)
memberikan ciri-ciri agar seorang guru terkelompok ke dalam guru yang
profesional. Masing-masing adalah :
- Memiliki kepribadian yang matang dan berkembang
- Memiliki keterampilan untuk membangkitkan minat peserta didik
- Memiliki penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang kuat
- Sikap profesionalnya berkembang secara berkesinambungan
- Menguasai subjek (kandungan kurikulum)
- Mahir dan berketrampilan dalam pedagogi (pengajaran & pembelajaran)
- Memahami perkembangan murid-murid dan menyayangi mereka
- Memahami psikologi pembelajaran (cognitive psychology)
- Memiliki kemahiran konseling
F.
KETRAMPILAN GURU ABAD 21
Menurut
International Society for Technology in Education karakteristik keterampilan
guru abad 21 dimana era informasi menjadi ciri utamanya, membagi keterampilan
guru abad 21 kedalam lima kategori, yaitu :
1.
Mampu memfasilitasi dan menginspirasi belajar dan kreatifitas siswa, dengan
indikator
2.
Merancang dan mengembangkan pengalaman belajar dan asessmen era digital,
3.
Menjadi model cara belajar dan bekerja di era digital,
4.
Mendorong dan menjadi model tanggung jawab dan masyarakat digital,
5.
Berpartisipasi dalam pengembangan dan kepemimpinan professional
DAFTAR RUJUKUAN
https://areknerut.wordpress.com/2012/12/20/guru-abad-21-2/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar